by - March 29, 2023

Kalender Hijriyah menggunakan perhitungan tanggal berdasarkan pergerakan bulan terhadap bumi. Sedangkan kalender Masehi menggunakan pergerakan matahari terhadap bumi.

Pada kalender Islam, jumlah hari dalam satu bulan terdiri dari 29-30 hari. Sementara pada kalender Masehi berjumlah 28-31 hari. Total hari dalam satu tahun kalender Islam mencapai 354-355 hari. Jumlahnya lebih sedikit dari kalender Masehi yang bisa mencapai 365-366 hari. Untuk penentuan awal hari, kalender Islam mengandalkan waktu terbitnya matahari sampai terbenam. Sedangkan pada kalender Masehi mulai dari pukul 00.00 waktu setempat.

Diantara 12 bulan Hijriyah, terdapat 4 bulan yang dijuluki Asyhurul hurum karena kemuliaannya: Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab

1. Muharram
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam. Dengan demikian ketika tiba di bulan Muharram maka menjadi awal dimulainya kalender Hijriyah. Muharram memiliki arti terlarang atau bulan yang suci.
Maksud dari bulan yang suci adalah pada zaman dahulu, masyarakat Arab tidak diperbolehkan berperang. Pada bulan ini, Nabi Adam bertaubat kepada Allah SWT dan diturunkan ke Bumi. Dibulan ini juga beliau dipertemukan kembali dengan sang istri setelah lama berpisah.

>> Amalan Bulan Muharram

2. Safar
Bulan selanjutnya adalah Safar. Safar memiliki arti kosong. Zaman dahulu, masyarakat Arab meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong di bulan Safar. Dalam bahasa Arab, Safar juga mengandung arti warna kuning atau masa dimana daun di pepohonan menjadi kuning di musim gugur.

>> Amalan Bulan Safar

3. Rabiul awal
Rabiul awal memiliki arti bulan awal musim semi. Rabi berarti musim semi dan awal artinya permulaan.

>> Amalan Bulan Rabaul awal

4. Rabiul akhir
Rabiul akhir juga terjadi saat masih musim semi. Bedanya dengan Rabiul awal, musim semi kali ini berada di penghujung waktu. Pada zaman dahulu, Rabiul akhir menjadi penanda waktu untuk menggembalakan hewan ternak.

>> Amalan Bulan Rabiul akhir

5. Jumadil awal
Jumadil awal artinya adalah musim kering pertama. Pada Jumadil awal biasanya ditandai dengan datangnya musim kering.

>> Amalan Bulan Jumadil awal

6. Jumadil akhir
Jumadil akhir juga terjadi bertepatan dengan musim kering. Namun musim kering pada periode kedua atau periode akhir.

>> Amalan Bulan Jumadil akhir

7. Rajab
Rajab merupakan bulan yang mulia. Berasal dari kata rajaba yang artinya terhormat. Karena dianggap bulan yang terhormat, masyarakat Arab biasanya menahan diri untuk tidak melakukan perang. Bulan raja merupakan bulan diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.

>> Amalan Bulan Rajab

8. Sya'ban
Sya'ban artinya adalah perpisahan atau pembagian. Pada bulan ini, masyarakat Arab akan berpencar mencari air sebagai persiapan bekal untuk perang.


9. Ramadan
Dalam bahasa Arab, Ramadan berasal dari kata ar-Ramda yang artinya panas. Pada bulan ini biasanya sedang terjadi musim panas. Bulan ini juga merupakan bulan yang istimewa karena seluruh umat muslim di dunia menjalani ibadah puasa.

>> Amalan Bulan Ramadhan

10. Syawal
Idul Fitri terjadi di bulan Syawal. Bulan ini memiliki arti 'membawa'. Zaman dahulu, bulan Syawal dijadikan waktu untuk berburu. Pada bulan ini juga musim unta melahirkan dan membawa anak-anaknya.

>> Amalan Bulan Syawal

11. Dzulqadah
Dzulqadah artinya adalah duduk atau beristirahat. Pada bulan ini, masyarakat Arab biasanya beristirahat dan berdiam diri di rumah setelah usai berperang. Dzulqadah merupakan napak tilas Nabi Musa.

>> Amalan Bulan Zulkaidah

12. Dzulhijjah
Dzulhijjah disebut juga bulan Haji karena pada bulan ini umat Islam menjalani ibadah haji ke Makkah. Bulan ini juga menjadi momen untuk melakukan ibadah kurban. 

Dzulhijjah merupakan bulan terbunuhnya Khalifah Umar bin Khattab, serta keberhasilan Shalahuddin Al-Ayyubi menembus benteng terkuat yaitu Benteng Azaz yang belum pernah ditaklukan siapapun.

>> Amalan Bulan Dzulhijjah